Transaksi forex atau perdagangan mata uang asing saat ini makin membuat banyak masyarakat yang penasaran dan ingin merasakan profilnya. Namun dalam transaksi forex ada beberapa fitur pendukung yang seringkali menjadi pertanyaan bagi umat muslim. Seperti, swap (bunga), margin, dan spekulasi.

Hal ini menjadi pertanyaan karena bertentangan dengan hukum Islam yang menganggap fitur tersebut adalah riba. Swap disebut dengan bunga. Ketika trader menjual posisinya dan mendapatkan bunga dalam bentuk sejumlah dolar ketika membeli posisi mata uang. Tingkat suku bunga akan berbeda dan berubah dalam periode waktu tertentu tergantung tiap-tiap negara.

Jika perbedaan suku bunga diantara kedua negara makin besar, maka pengaruh bunga terhadap transaksi trading akan semakin besar pula. Sebaliknya, jika perbedaan suku bunga diantara negara semakin kecil, maka pengaruh bunganya juga semakin kecil. Karena, suku bunga adalah gambaran ekonomi dari suatu negara.

Margin adalah sebuah modal pinjaman yang dibutuhkan trader untuk mengendalikan transaksi yang jauh lebih besar daripada uang yang dimilikinya. Karena forex online tidak benar-benar menggunakan mata uang fisik, hal seperti ini bisa saja terjadi.

Dalam Islam, trading menggunakan margin masih menjadi perdebatan. Jika Anda masih merasa ragu, Anda bisa menggunakan leverage 1:1. Namun, konsekuensinya adalah Anda membutuhkan modal yang lebih besar untuk trading, tapi tetap bisa diatasi dengan mini akun atau mikro akun.

Spekulasi. Transaksi forex dilakukan bukan berdasarkan spekulasi, namun atas dasar ilmu analisis fundamental ataupun teknikal. Kedua teknik analisis ini didapatkan atas dasar kajian ilmiah, serta sudah teruji dalam rentang waktu yang panjang. Selain itu, seorang trader juga harus menguasai ilmu manajemen risiko untuk mengantisipasi kemungkinan yang dapat terjadi.

Sehingga trader dapat mengambil keputusan dengan bijaksana dan memiliki dasar yang kuat. Bukan hanya dengan berspekulasi atau menduga-duga dan juga bertaruh, yang mana bertentangan dengan agama Islam.

Karena hal itulah, saat ini muncul forex online trading syariah dengan fitur unggulannya, yaitu tanpa swap dan bisa juga diajukan tanpa menggunakan margin. Tentunya, hal ini menjadi sebuah kabar baik bagi trader muslim supaya lebih nyaman dan tenang dalam bertransaksi forex tanpa melanggar hukum Syariah yang melarang penggunaan bunga pada transaksi.

Namun, ada beberapa pihak yang kurang menyukai inovasi forex online trading syariah ini. Sebab, tidak adanya swap (bunga) membuat trader merasa kehilangan kesempatan untuk meraih lebih banyak profit. Selain itu, karena akan menimbulkan spekulasi, perubahan nilai bunga sewaktu-waktu juga semakin dilarang. Tentunya hal ini dapat menyebabkan kerugian bagi trader. Namun ada juga broker yang memiliki fitur dan program penawaran yang berbeda. Misalnya saja, broker memberlakukan komisi dalam jumlah tetap, batas waktu menyimpan suatu transaksi (floating position), dan perbedaan struktur harga sebagai pengganti adanya swap (bunga).