Scalping adalah sebuah strategi forex dengan tujuan mendapatkan keuntungan cepat. Seperti yang telah diketahui, harga yang ada pada forex bisa naik dan turun berkali-kali dalam sehari. Oleh karena itu, seorang trader akan berupaya untuk mendapatkan profit dari perubahan harga kecil yang terjadi melalui scalping. Trader yang menggunakan strategi scalping akan disebut sebagai Scalper.

Scalper bisa membuka puluhan hingga ratusan posisi trading setiap harinya. Meskipun rata-rata keuntungan per posisi trading terhitung sedikit, namun menurut mereka profit yang sedikit tersebut lama-lama akan menjadi banyak asal kerugian besar tidak terjadi.

Untuk bisa menjalankan strategi scalping juga tidak boleh asal. Dibutuhkan kelincahan, akurasi harga, dan eksekusi yang presisi, sebab scalper biasanya membuka posisi dengan lot cukup besar, namun tetap menargetkan untuk mendapatkan profit dalam jangka waktu sesingkat-singkatnya.

Bagi Anda yang membutuhkan scalping sebagai “alat” terbaik untuk menyusun sistem trading yang Anda miliki, berikut ini adalah beberapa indikator scalping paling akurat yang banyak digunakan:

  1. Moving Average

Moving average menjadi salah satu indikator favorit bagi banyak scalper karena paling simpel, penggunaan dan penempatannya mudah bagi para pemula serta tersedia di semua platform trading. Yang trader perlu lakukan hanyalah menentukan timeframe untuk bertrading, menaruh kombinasi beberapa garis Moving Averages, menguji kehandalannya, lalu dioperasikan.

Kelemahannya adalah kemungkinan fake signal yang cukup tinggi. Selalu siap ancang-ancang untuk exit jika harga bergerak ke arah yang salah, atau lengkapi dengan indikator lain sebagai konfirmator.

  • Bollinger Bands

Tak hanya Moving Average, ternyata Bollinger Bands juga populer sebagai indikator forex untuk scalping. Anda cukup menerapkan Bollinger Bands dengan period 12 dan Deviation 2 (default) pada timeframe 5 menit, kemudian jalankan. Buy jika harga menyentuh lower band, dan sebaliknya sell jika harga mencapai upper band. Jangan lupa untuk memasang celah stop loss dan TP yang tipis-tipis saja, antara SL:TP = 10:5 pip.

Kelemahan dari indikator forex yang satu ini adalah, Bollinger Bands akan efektif hanya di pasar ranging/sideways saja. Namun, akan membawa petaka jika dipakai ketika harga trending karena Bollinger Bands seringkali gagal mendeteksi penembusan salah satu band.

  • Stochastic

Cara menggunakan stochastic agak berbeda dengan Moving Averages atau Bollinger Bands. Stochastic tidak digunakan sebagai indikator tunggal, namun sebagai pelengkap dalam satu sistem. Mengikuti tren dari Daily FX, kombinasi Stochastic dengan SMA-200. SMA-200 dianggap sebagai garis demarkasi yang membatasi antara pasar bullish (harga berada di atas garis) dan pasar bearish (harga berada di bawah garis). Anda dapat memasang SMA-200 pada timeframe 5 menit, kemudian terapkan juga Slow Stochastic (5,3,3). Jika sedang bullish, incar sinyal buy dari crossover Stochastic untuk buka posisi dan jika pasar bearish, incar sinyal sell. Anda harus memilih pair mata uang mana yang bergerak cukup aktif dan menggiurkan untuk di-scalping dengan cara ini.