Bagi seorang trader, indikator sangat diperlukan sebagai alat bantu untuk menganalisa pasar dan memprediksi harga. Salah satunya adalah indikator zigzag. Indikator zigzag merupakan sebuah alat yang digunakan untuk memperlihatkan data harga high dan data harga low.

Data harga ini bisa digunakan sebagai acuan eksekusi. Tak hanya itu, data harga tersebut juga membantu Anda untuk lebih siap dalam mendapatkan profit di dunia trading. Dalam perdagangan, indikator zigzag juga menjadi salah satu indikator yang paling sering digunakan.

Memang, jika dilihat dari luar indikator ini tampak mudah dibaca. Namun, sebetulnya indikator ini cukup sulit untuk dipahami. Sebagai seorang trader, Anda harus bisa menggunakannya dan memakainya dengan baik karena sebenarnya indikator ini adalah indikator yang baik.

Indikator zigzag sering membuat trader terkecoh, karena saat terbentuk zigzag tertinggi dan para trader membuka posisi sell, ternyata harga masih berlanjut lebih tinggi lagi yang mengakibatkan trader mengalami kerugian.

Hal yang sama juga saat zigzag terbentuk di harga terendah, para trader segera open buy. Ternyata harga tidak naik dan makin menurun. Sehingga para trader akan makin rugi dan mengalami floating. Inilah kelemahan dari indikator zigzag yang membuat banyak trader tidak menggunakan indikator ini.

Meskipun indikator zigzag mempunyai kelemahan seperti yang dijelaskan diatas, siapa yang menyangka jika indikator ini dapat menghasilkan sinyal yang akurat sehingga Anda dapat memperoleh profit yang lebih besar.

Mau tau apa rahasia indikator zigzag ini? Ternyata, indikator zigzag bisa menghasilkan sinyal yang valid dan menghasilkan profit yang besar jika digabungkan dengan indikator lainnya.

Indikator zigzag dapat bekerja secara maksimal dan tidak akan mengecoh Anda jika digabungkan dengan indikator lainnya yang tidak repaint. Salah satunya, coba gabungkan indikator zigzag dengan stochastic. Fungsi dari indikator stochastic adalah untuk mengkonfirmasi bahwa ketika zigzag terbentuk apakah harga berada pada area oversold atau overbought.

Lalu, bagaimana cara kerja dari rahasia indikator zigzag ini? Open buy dilakukan ketika zigzag terbentuk pada harga terendah, perhatikan posisi stochastic sudah berada pada area oversold atau belum. Jika sudah berada pada area oversold dan naik melewati level 20 maka Anda bisa open buy.

Sebaliknya, Anda bisa melakukan open sell ketika zigzag berada pada harga tertinggi, posisi stochastic sudah berada pada area overbought atau belum. Jika sudah turun melewati level 80, maka Anda bisa open sell.

Nah, itulah rahasia indikator zigzag yang perlu Anda ketahui dan pelajari untuk mendapatkan profit yang lebih besar. Kuncinya adalah, jangan sampai Anda tergesa-gesa open posisi ketika terbentuk zigzag. Sebaiknya, tunggu konfirmasi terlebih dahulu dengan melihat candle maupun melihat stochastic.