Pahami 5 Hal Dasar dalam Persiapan Trading Forex Sebelum Bertransaksi

Pahami 5 Hal Dasar dalam Persiapan Trading Forex Sebelum Bertransaksi

Dalam setiap kompetisi, persiapan merupakan langkah krusial yang perlu dilakukan. Dalam kasus ini, melakukan persiapan trading forex, berdampak signifikan pada kepercayaan diri, pola pikir, dan disiplin seorang trader. Hal inilah yang menjaga mereka tetap fokus dan konsisten.

Berikut penjelasan lebih lanjut perihal persiapan-persiapan tersebut.

Persiapan Teknis dan Mental yang Matang

Teknis dan mental merupakan pokok utama yang mendasari trader dalam menggagas strateginya. Jika hal tersebut diabaikan, bisa dikatakan seorang trader telah terjun ke medan perang tanpa zirah dan senjata. Kemungkinan untuk pulang dengan selamat menjadi sangat tipis.

Dalam segi teknis, trader perlu melakukan berbagai riset manajemen resiko, baik dalam memilih broker, serta sistem yang berputar dalam roda bisnis ini. Di samping itu, karena bisnis ini merupakan perihal untung-rugi, selalu tanamkan pola pikir yang positif dan sifat ikhlas.

Kategorinya terbagi pada persiapan teknis dan mental. Secara teknis, memilih broker yang tepercaya hingga menentukan margin penting untuk dipahami. Sedangkan pada aspek mental, trader perlu belajar disiplin, pengendalian emosi yang baik, dan konsisten.

Belajar Disiplin Demi Konsistensi

Disiplin merupakan kualitas diri yang perlu dimiliki oleh setiap pebisnis. Sikap ini pun tidak serta-merta datang sebagai bakat, tetapi dari hasil latihan yang tekun dan ketaatan pada aturan yang dibuat. Sebelum terbiasa, memang, hal tersebut akan sangat membebankan.

Beragam metode latihan bisa dianut oleh trader dalam melatih disiplin. Dalam menjalankan bisnis forex, seorang trader perlu mengapresiasi segala proses yang dijalaninya. Dengan menikmati proses, perjuangan pun tidak akan terasa melelahkan.

pengendendalian emosi sebelum trading forex

Paham Akan Pentingnya Pengendalian Emosi

Trader emosional cenderung bertindak impulsif berdasarkan emosi yang tengah ia rasakan. Tentu saja, kontrol emosi yang buruk itu dapat berujung pada keputusan gegabah dan tanpa perencanaan. Pada akhirnya, bukannya menuai untung, malah rugi yang datang.

Untungnya, cara ‘mengakali emosi’ itu terbilang sederhana. Pertama, petakan emosi yang dirasakan pada setiap transaksi dalam bentuk grafik atau catatan pribadi. Lalu, sisihkan waktu untuk berkontemplasi, pikirkan secara matang terhadap dampak dari emosi-emosi dan resiko trading forex tersebut.

Setelah melakukan hal tersebut, seorang trader akan dapat menarik kesimpulan yang lurus. Ia akan tahu emosi mana yang membawa efek negatif pada bisnis. Jadikan hal tersebut sebagai bahan acuan untuk penyusunan strategi dan transaksi-transaksi berikutnya.

Pahami Toleransi Risiko dan Tentukan Batas yang Ideal

Risiko merupakan akibat dari setiap keputusan yang diambil. Apabila menginginkan keuntungan jangka panjang, menentukan batas risiko yang ideal sangat penting untuk dipahami. Bahkan, bisa dipastikan, kemampuan memanajemen risiko ini wajib dimiliki oleh setiap trader.

Jika bisnis ini merupakan prioritas, maka tetapkan toleransi risiko pada angka 1 hingga 2 persen saja. Jika rugi, beban mental yang ditanggung tak begitu besar. Perkara ini berguna untuk menjaga kesehatan psikologis bagi pelakon yang ingin menggeluti forex untuk jangka panjang serta mendapatkan profit konsisten dan aman.

Besar modal dan pengalaman juga bisa dijadikan patokan. Jika memulai trading dengan dana besar, tak ada salahnya untuk ‘gambling’. Namun, akan lebih bijak lagi jika modal yang dimiliki itu disesuaikan dengan pengalaman. Lebih efektif, bukan?

Menentukan Margin dengan Perhitungan yang Cermat

Dalam forex, margin merupakan dana jaminan untuk membuka posisi buy atau sell pada setiap transaksi.  Besarnya dapat dipengaruhi oleh leverage dan jumlah transaksi yang dilakukan. Agar paham dengan kompleksitasnya, trader perlu berdiskusi dengan broker yang tepercaya.

Bagaimanapun, bisnis forex merupakan sebuah investasi yang tidak melulu berujung keuntungan. Kecermatan merupakan pokok esensial dalam membuat keputusan. Pahami toleransi risiko dengan tidak terpaku mendapatkan uang, tetapi menjaga uang yang dimiliki.

Dengan memahami persiapan-persiapan dasar di atas, trader akan lebih bijak mengambil keputusan karena telah kenal dengan konsekuensi. Selamat bertransaksi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *